Dekonstruksi YOLO: Carpe Diem Pengkhotbah 11:9 atas Kecemasan Eksistensial Generasi Muda

Lidiah Lidiah, Kornelius Rulli Jonathans, Philip Suciadi Chia

Abstract


The cultural phenomenon of YOLO (You Only Live Once) reflects the mindset of the younger generation, which emphasises freedom and prioritises temporary pleasures. This gives rise to anxiety due to a loss of direction in life, which is exacerbated by the dominance of internet technology, social media and digital culture. The church and Christian education face a major challenge in reinterpreting the value of life among a generation that is thirsty for meaning but trapped in a cycle of instant gratification. The phenomenon among young people highlights the need for theological reflection on the value of Carpe Diem in the light of the Christian faith. This study aims to deconstruct the understanding of YOLO through a hermeneutic reading of Ecclesiastes 11:9 in order to rediscover the spiritual meaning in freedom of life. It uses a descriptive qualitative method with a hermeneutic approach and literature study. It can be concluded that the YOLO spirit in the culture of the digital generation reflects an existential crisis that arises from a loss of meaning in life and spiritual orientation amid the tide of hedonism and technology. Through theological deconstruction of Ecclesiastes 11:9, it is found that true Carpe Diem is not unlimited freedom, but joy lived in awareness of God and moral responsibility. The implications of this study emphasise the importance of church education oriented towards the formation of reflective spirituality, spiritual resilience, and digital wisdom for today's young generation.


Abstrak

Fenomena budaya YOLO (You Only Live Once) mencerminkan cara berpikir generasi muda yang menekankan kebebasan dan memprioritaskan kenikmatan sementara. Sehingga memunculkan kecemasan akibat kehilangan arah hidup yang diperkuat oleh dominasi teknologi internet, media sosial dan budaya digital. Gereja dan pendidikan Kristen menghadapi tantangan besar untuk menafsirkan ulang nilai hidup di tengah generasi yang haus makna, namun terjebak dalam siklus kepuasan sesaat. Fenomena di kalangan muda menunjukkan perlunya refleksi teologis terhadap nilai Carpe Diem dalam terang iman Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi pemahaman YOLO melalui pembacaan hermeneutik terhadap Pengkhotbah 11:9 agar ditemukan kembali makna spiritual dalam kebebasan hidup. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan hermeneutik dan studi pustaka. Sehingga dapat disimpulkan bahwa  semangat YOLO dalam budaya generasi digital mencerminkan krisis eksistensial yang muncul akibat kehilangan makna hidup dan orientasi spiritual di tengah arus hedonisme dan teknologi. Melalui dekonstruksi teologis terhadap Pengkhotbah 11:9, ditemukan bahwa Carpe Diem sejati bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan sukacita yang dijalani dalam kesadaran akan Allah dan tanggung jawab moral. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pendidikan gereja yang berorientasi pada pembentukan spiritualitas reflektif, ketahanan rohani, dan kebijaksanaan digital bagi generasi muda masa kini.

 


Keywords


YOLO; carpe diem; ecclesiastes 11:9; existential anxiety; young generation; pengkhotbah 11:9; kecemasan eksistensial; generasi muda

Full Text:

PDF

References


Aisafitri, Lira, and Kiayati Yusriyah. “Kecanduan Media Sosial (Fomo) Pada Generasi Milenial.” Jurnal Audience 4, no. 01 (2021): 86–106. https://doi.org/10.33633/ja.v4i01.4249.

Anggraini, Mahsuna Aulia, and Anis Maisya. “YOLO Culture Dalam Perspektif Islam: Dampak Globalisasi Terhadap Perilaku Hedonisme Di Kalangan Mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta.” Moral: Jurnal Kajian Pendidikan Islam 2, no. 3 (2025): 87–97.

Arifianto, Yonatan Alex, and Asih sumiwi Rachmani. “Peran Roh Kudus Dalam Menuntun Orang Percaya Kepada Seluruh Kebenaran Berdasarkan Yohanes 16 : 13.” Jurnal Diegesis 3, no. 1 (2020): 1–12.

Asiva Noor Rachmayani. “Nasehat Kitab Pengkhotbah Bagi Masa Depan Pemuda-Pemudi Katolik (Katekese Orang Muda),” no. 162882 (2015): 6.

Cinta, Umayrani, Amani Putri, and Rina Nurhudi Ramdhani. “Konsep Diri Mahasiswa Dengan Gaya Hidup You Only Live Once (Yolo).” Jurnal Bimbingan Konseling Dan Psikologi 5, no. 1 (2025): 88–104. https://jurnal.umbarru.ac.id/index.php/jubikops/article/view/709.

Eunike, Meichella Yosepha, and Farel Yosua Sualang. “Kajian Teologis Pengkhotbah 11: 9-10 Berkaitan Dengan Prinsip You Only Live Once (YOLO) Pada Generasi Muda.” Pistis: Jurnal Teologi Terapan 23, no. 2 (2023): 119–31.

Faradila, Faja. “Dari YOLO Ke YONO, Pergeseran Gaya Hidup Generasi Muda.” JelajahJawa.Com, 2025. https://jelajahjawa.fypmedia.id/detailartikel/432/dari-yolo-ke-yono-pergeseran-gaya-hidup-generasi-muda.

Febriana, Merri. “Hiperrealitas ‘Endorse’ Dalam Instagram Studi Fenomenologi Tentang Dampak Media Sosial Di Kalangan Mahasiswa Universitas Sebelas Maret.” Jurnal Analisa Sosiologi 6, no. 2 (2018). https://doi.org/10.20961/jas.v6i2.18098.

Hardiantoro, Alinda, and Inten Esti Pratiwi. “Sejarah Dan Efek YOLO, Gaya Hidup Yang Populer Di Era Milenial.” Kompas.com, 2023. https://www.kompas.com/tren/read/2023/08/07/133000265/sejarah-dan-efek-yolo-gaya-hidup-yang-populer-di-era-milenial?page=all.

Hermawanto, Ariesani, and Melaty Anggraini. “Globalisasi, Revolusi Digital Dan Lokalitas: Dinamika Internasional Dan Domestik Di Era Borderless World.” Yogyakarta: LPPM Press UPN" Veteran" Yogyakarta, 2020.

Karimaley, Ferdianto P. “Perilaku Konsumtif Generasi Z Pada Media Sosial Dalam Hegemoni Budaya Populer.” Sustainability (Switzerland). Universitas Muhammadiyah Malang, 2025. http://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017-Eng-8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008.06.005%0Ahttps://www.researchgate.net/publication/305320484_SISTEM_PEMBETUNGAN_TERPUSAT_STRATEGI_MELESTARI.

Legi, Ribka Esther, Yopi Baleona Tolego, Anatje Ivone Sherly Lumantow, and Jelty Juriaty Rumetor. “Pendidikan Agama Kristen Dewasa: Tantangan, Strategi, Dan Implikasi Bagi Pengembangan Spiritualitas Dalam Konteks Sosial-Budaya Modern.” Jurnal Teologi Injili 5, no. 1 (2025): 38–56.

Lestari, Aulya Endah, and Universitas Widyatama. “Identitas Digital Di Era Sosial Media Antara Ego Dan Eksistensi,” no. June (2025).

Lilianti, N. “ Pengaruh YOLO, Hedonisme, Dan Sosial Media Terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z Di Wilayah RT 02/009 Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa.” Universitas Nasional, 2025.

Muhammad Agung Raharjo, Andi Aderus, and Hamzah Harun. “Kebebasan Manusia Dalam Berkehendak Dan Berbuat: Analisis Persoalan Klasik Dalam Konteks Kehidupan Berbangsa Di Indonesia.” ALFIHRIS : Jurnal Inspirasi Pendidikan 3, no. 1 (2025): 203–15. https://doi.org/10.59246/alfihris.v3i1.1231.

Mulia, Syahara Septia, Ririn Fadhila, Keysha Afifatu Zahida, and Tiok Wijanarko. “Di Antara Mimpi Dan Aksi: Langkah Nyata Generasi Muda Dalam Dinamika Pembangunan Sosial Berkelanjutan.” Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar 2, no. 4 (2025): 14.

Nanariain, Tahith Aldrich, and Milton T Pardosi. “Peran Konseling Pendeta Dalam Bimbingan Rohani Dan Kebiasaan Positif Bagi Pemuda Kristen.” Harati: Jurnal Pendidikan Kristen 4, no. April (2024): 39–53.

Noviyana, Dinda Agil, Devi Aprilianti, Nela Melani, Siti Perawati, Pipit Nurhayati, Masduki Asbari, and Dini Salvida. “Carpe Diem: Filosofi Memetik Momentum ‘Hari Ini.’” Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan 1, no. 01 (2023): 300–304. https://doi.org/10.70508/literaksi.v1i01.310.

Pavlidis, Dimitrios, and Panagiota Tragantzopoulou. “Living in Limbo: Existential Concerns Among Greek Young Adults.” Youth 5, no. 3 (2025): 94. https://doi.org/10.3390/youth5030094.

Roubal, Ondřej, and Petr Wawrosz. “Predatory and Alternative Hedonism – Better Later than Now?” ACTA VŠFS 14, no. 2 (2020): 166–79. https://doi.org/10.37355/ACTA-2020/2-06.

Salsabila, Ananda Ade, and Haerani Nur. “Representasi Diri Di Sosial Media: Antara Identitas Nyata Dan Identitas Virtual.” PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora 4, no. 4 (2025): 5601–20.

Saputra, Erwin Eka. “Relevansi Filsafat Eksistensialisme Dalam Kehidupan Modern.” Journal of Humanities, Social Sciences, and Education 1, no. 3 (2025): 118–29.

Sembiring, Esty Endaria. “Penggembalaan Yang Holistik Dan Kontekstual Terhadap Generasi Muda Masa Kini.” Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi 4, no. 2 (2023): 112–27.

Smiley, CalvinJohn. “From Silence to Propagation: Understanding the Relationship between ‘Stop Snitchin’ and ‘YOLO.’” Deviant Behavior 36, no. 1 (2015): 1–16. https://doi.org/10.1080/01639625.2014.883888.

Soleh, Muhammad Soleh. “Youth, Religion, and Pop Culture: Modernitas Dalam Gaya Hidup Hedonisme Remaja Dan Budaya Populer Versus Eksistensi Agama Jaman Now.” SEMAR: Jurnal Sosial Dan Pengabdian Masyarakat 1, no. 2 (2023): 35–44.

Sugiyono. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung: CV Alfabeta, 2016.

Team CIMB Niaga. “Hedonisme Adalah: Definisi, Ciri-Ciri, Dan Cara Mengatasi.” CIMB Niaga, 2024. https://www.cimbniaga.co.id/id/inspirasi/gayahidup/hedonisme-adalah.

ZAMZAMI, REZI. “Dampak Teknologi Digital Terhadap Perilaku Sosial Generasi Muda.” TECHSI-Jurnal Teknik Informatika 15, no. 2 (2024): 87–95.




DOI: https://doi.org/10.46305/im.v7i1.555

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Immanuel indexed by:

Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
Published: Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara
Website Institusi: stt-su.ac.id
Address: Jl. Sembada No. 32, Titi Rantai, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara 20131
ISSN: 2721-432X (online), 2721-6020 (print).